WONOGIRI ||Suarapublikindonesia.my.id – Ruang tunggu Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Wonogiri tampak tertib dan nyaman dengan penerapan sistem antrean digital yang modern. Layar penunjuk nomor antrean dan nomor loket terpasang jelas di area pelayanan, memudahkan masyarakat memantau proses secara langsung tanpa perlu berdesak-desakan. Penataan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pemohon, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menutup celah praktik percaloan dan pungutan liar.
Dengan sistem antrean yang tercatat secara digital, urutan pelayanan menjadi mutlak dan tidak dapat diatur atau dimanipulasi oleh pihak lain. Setiap pemohon dilayani sesuai nomor yang diperoleh saat pendaftaran resmi, sehingga tidak ada ruang bagi calo untuk menawarkan antrean lebih cepat dengan biaya tambahan.
AKP Marwanto, Kasat Lantas Polres Wonogiri, menjelaskan bahwa penerapan sistem antrean digital adalah wujud nyata komitmen untuk mewujudkan pelayanan yang adil, transparan, dan bebas dari praktik tidak jujur.
"Dengan sistem antrean digital, siapa yang datang lebih awal dan terdaftar, itulah yang dilayani lebih dulu. Tidak ada lagi antrean yang bisa 'dibeli' atau diatur oleh pihak luar. Semua proses terlihat jelas di layar, sehingga masyarakat bisa memantau sendiri kapan giliran mereka tiba. Ini kami lakukan demi keadilan bagi seluruh warga yang datang, sekaligus memberantas praktik percaloan yang merugikan masyarakat," tegas AKP Marwanto.
Warga yang sedang menunggu antrean menyambut baik pembaruan ini. Mereka merasa lebih tenang dan nyaman saat menunggu, serta yakin bahwa proses pelayanan berjalan adil dan tanpa diskriminasi.
Polres Wonogiri berkomitmen terus menjaga konsistensi penerapan sistem ini. Masyarakat diimbau untuk hanya mengurus SIM secara resmi di loket Satpas, tidak mudah percaya tawaran pihak ketiga, dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan praktik percaloan atau pungutan liar.(RA)
