DI BALIK RAMAINYA PASAR SAPI, SARANG JUDI DADU DAN CAPJKI MENGGILA SAAT HARI PASARAN!



SINGOSARI || Suara publik Indonesia — Setiap Senin dan Jumat saat Pasar Sapi Singosari di Desa Dengkol dibuka, keramaian tak hanya soal jual beli hewan ternak. Di sela-sela transaksi sapi dan kambing, kejahatan justru tumbuh subur tanpa rasa malu: perjudian dadu dan capjki beroperasi sangat ramai, terang-terangan, dan memanfaatkan hiruk-pikuk pasar sebagai tameng sempurna.
 

Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, saat hari pasaran, lokasi judi menyebar tak jauh dari area pasar: di balik deretan kandang, di gang-gang sempit pinggir pasar, hingga di bangunan sementara yang diklaim milik warga lokal. Taruhannya besar, pesertanya datang dari luar desa, dan yang paling mencolok: mereka bermain dengan santai seolah hukum tak berlaku di sana.

 

 

 

⚠️ WARGA: KAMI LIHAT, KAMI RESAH, TAPI MENGAPA TAK ADA YANG BERANI BERTINDAK?

 

“Saat pasar ramai, judi makin liar. Orang lewat saja mereka tak peduli, malah mengajak bergabung. Kami warga sekitar takut menegur, apalagi melapor, karena sampai sekarang tak pernah ada perubahan,” ujar salah satu narasumber yang meminta identitasnya dilindungi.

 

Warga lain menambahkan: “Petugas yang lewat seolah tak melihat. Padahal suaranya terdengar jelas, kerumunannya terlihat nyata. Apakah keramaian pasar dijadikan alasan untuk mengabaikan kejahatan yang terjadi tepat di depan mata?”

 

 

 

📢 TUNTUTAN: JANGAN BIARKAN PASAR PUSAT EKONOMI BERUBAH JADI PUSAT KEJAHATAN

 

Pasar hewan seharusnya menjadi tempat yang tertib dan aman bagi warga yang mencari nafkah. Namun kini justru menjadi sarang yang meresahkan. Masyarakat Desa Dengkol menuntut:

✅ Penindakan tegas saat hari pasaran Senin dan Jumat

✅ Razia mendadak di titik-titik rawan di sekitar pasar

✅ Pemeriksaan menyeluruh mengapa aktivitas ini berani berjalan terus tanpa gangguan

 

Kehadiran aparat bukan hanya untuk mengatur lalu lintas atau keamanan pasar, tapi untuk memastikan hukum tegak setinggi-tingginya, bahkan di tengah keramaian sekalipun.

Lebih baru Lebih lama