CIAMIS ||Suarapublikindonesia.my.id – Ruang tunggu Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Ciamis tampak tertib dengan warga yang menunggu giliran secara berurutan dan teratur. Penerapan sistem antrean yang disiplin membuat setiap pemohon menunggu dengan sabar tanpa kerumunan yang berdesak-desakan. Langkah ini bukan hanya soal kenyamanan, melainkan upaya strategis untuk menutup celah praktik percaloan dan penggunaan joki yang kerap memanfaatkan kebingungan atau antrean yang kacau untuk menawarkan jasa pengurusan cepat dengan biaya tambahan.
Dengan antrean yang berjalan tertib dan tercatat secara resmi, tidak ada ruang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memotong antrean atau mengatasnamakan pemohon lain. Setiap warga dilayani sesuai urutan kedatangan, sehingga keadilan dan kesetaraan pelayanan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
AKP Anjar Maulana, S.T.K., S.I.K., M.Si., Kasat Lantas Polres Ciamis, menjelaskan bahwa ketertiban antrean adalah fondasi utama pelayanan yang bersih dan transparan.
"Kami tegaskan: siapa yang datang lebih awal, itulah yang dilayani lebih dulu. Tidak ada antrean yang bisa dibeli, tidak ada yang bisa dipotong, dan tidak ada perantara yang bisa mewakili proses resmi. Ketertiban yang terlihat di ruang tunggu ini adalah bukti bahwa kami melayani semua warga secara sama rata, tanpa diskriminasi, dan bebas dari pungutan liar. Jika ada yang menawarkan jasa di luar loket resmi, mohon ditolak dan segera laporkan kepada petugas," tegas AKP Anjar Maulana.
Warga yang sedang menunggu menyambut baik penataan tersebut. Mereka merasa lebih tenang dan yakin bahwa proses berjalan adil, serta tidak perlu khawatir tertipu oleh tawaran pihak ketiga yang tidak resmi.
Polres Ciamis berkomitmen terus menjaga ketertiban dan kualitas pelayanan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengurus SIM secara mandiri di loket resmi Satpas, tidak mudah percaya tawaran yang tidak masuk akal, dan bersama-sama menjaga lingkungan pelayanan yang bersih dari praktik percaloan.(RA)
